![]() |
| Dampak Elnino dan Karhutla |
Fenomena iklim El Niño yang memicu kemarau panjang, ditambah dengan bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), memberikan tantangan berat bagi sektor perikanan budidaya di Provinsi Jambi. Salah satu kawasan yang merasakan dampak langsung dari kondisi ini adalah Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi.
Foto di atas memperlihatkan kondisi terkini di area balai, di mana debit air surut drastis hingga menyisakan tanah retak dan kering. Atmosfer sekitar pun diselimuti lapisan kabut asap tipis yang meredupkan paparan sinar matahari.
1. Menyusutnya Sumber Air dan Keringnya Kolam Budidaya
Dampak utama dari El Niño adalah penurunan curah hujan yang signifikan. Pada instalasi kolam di BPBAT Sungai Gelam, hal ini menyebabkan:
- Penyusutan Volume Air: Kolam-kolam penampungan dan pembenihan mengalami penurunan debit air yang ekstrem hingga mengering.
- Penurunan Kualitas Air: Air yang tersisa cenderung menjadi lebih keruh, mengalami kenaikan suhu yang drastis pada siang hari, serta mengalami penurunan kadar oksigen terlarut (Dissolved Oxygen / DO).
2. Ancaman Kabut Asap Terhadap Ekosistem Perikanan
Kabut asap tidak hanya mengganggu aktivitas manusia di luar ruangan, tetapi juga memengaruhi ekosistem perairan:
- Penurunan Pencahayaan Matahari: Kabut asap tebal menghalangi sinar matahari masuk ke dalam air, sehingga mengganggu proses fotosintesis fitoplankton yang menjadi pakan alami ikan.
- Risiko Kesehatan Pegawai dan Pembudidaya: Petugas lapangan wajib menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan dari risiko ISPA akibat kualitas udara yang buruk.
3. Dampak Terhadap Produksi Benih dan Ikan Budidaya
Kombinasi antara kekeringan dan kabut asap memicu berbagai masalah teknis pada operasional perikanan:
- Stres dan Kematian Massal Ikan: Perubahan suhu yang ekstrem dan minimnya oksigen membuat ikan mudah mengalami stres, rentan terserang penyakit, hingga memicu kematian massal.
- Terganggunya Pemijahan: Proses pemijahan dan pembenihan ikan air tawar membutuhkan kondisi kualitas serta kualitas air yang stabil. Kekeringan menghambat target produksi benih ikan bagi masyarakat pembudidaya di wilayah Jambi dan sekitarnya.
Langkah Mitigasi dan Solusi
Untuk menghadapi ancaman El Niño dan kabut asap, beberapa langkah antisipasi yang dapat diterapkan meliputi:
- Pemanfaatan Teknologi Hemat Air: Menerapkan sistem resirkulasi air (Recirculating Aquaculture System / RAS) untuk mengefisiensikan penggunaan air di kolam.
- Penggunaan Aerasi Tambahan: Memasang kincir air atau aerator untuk menjaga ketersediaan oksigen terlarut di dalam kolam.
- Pengaturan Pola Tebar: Mengurangi kepadatan tebar benih ikan selama musim kemarau guna meminimalkan konsumsi oksigen dan tingkat stres ikan.
- Pencegahan Karhutla: Meningkatkan kesiapsiagaan di sekitar lingkungan balai untuk mencegah timbulnya titik api di lahan gambut atau semak sekitar.
