Dukung Ketahanan Pangan, Tim Lakukan Peninjauan Calon Lahan Budidaya Tematik Bioflok 2026 di Pangkul Prabumulih
![]() |
| Calon Lokasi KDMP Prabumulih |
PRABUMULIH – Langkah nyata dalam memperkuat sektor perikanan budidaya dan ketahanan pangan nasional terus digulirkan. Pada Selasa siang (09/06/2026), telah dilaksanakan peninjauan langsung koordinat calon lokasi lahan untuk program Bantuan Pemerintah Budidaya Ikan Tematik Sistem Bioflok Tahun Anggaran 2026. Peninjauan ini bertempat di Desa Pangkul, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.
Kegiatan verifikasi lapangan ini dihadiri oleh perwakilan instansi terkait, penyuluh perikanan, pengurus kelompok, serta tokoh masyarakat setempat guna memastikan kesiapan teknis dan legalitas lahan yang diusulkan.
Mematangkan Kesiapan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)
Program Budidaya Ikan Tematik Bioflok merupakan inisiatif strategis dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang disinergikan melalui wadah Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Program ini dirancang tidak hanya untuk menggenjot produktivitas perikanan darat seperti komoditas nila atau lele, melainkan juga sebagai pilar pendukung program prioritas nasional, termasuk penyediaan sumber protein bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan hasil pemetaan digital di lapangan (GPS Map Camera), calon lokasi lahan budidaya di Desa Pangkul berada pada titik koordinat:
Lintang (Lat): $-3.380442^\circ$
Bujur (Long): $104.330802^\circ$
Lahan yang ditinjau berupa area terbuka yang dinilai potensial untuk penempatan instalasi kolam bioflok berdiameter melingkar.
Catatan Penting Verifikasi: Salah satu kriteria utama kelayakan lahan dalam program komitmen jangka panjang KKP ini adalah status hukum tanah yang jelas, bebas sengketa, serta bukan merupakan Lahan Sawah Dilindungi (LSD).
Mengapa Teknologi Bioflok?
Pilihan jatuh pada teknologi bioflok karena beberapa keunggulan teknis yang sangat cocok diterapkan pada kawasan semi-perkotaan maupun pedesaan yang efisien lahan, antara lain:
Efisiensi Penggunaan Air & Lahan: Tidak memerlukan luasan tanah yang masif seperti kolam konvensional dan hemat dalam pergantian air.
Manajemen Pakan yang Optimal: Mikroorganisme dalam sistem bioflok mampu mendaur ulang limbah organik menjadi gumpalan (flok) yang dapat menjadi pakan alami tambahan bagi ikan.
Ramah Lingkungan: Meminimalkan buangan limbah budidaya ke lingkungan sekitar.
Sinergi Menuju Realisasi Semenjak Pra-Verifikasi
Melalui peninjauan langsung ini, tim teknis dapat mengukur secara riil aksesibilitas sumber air, ketersediaan jaringan listrik untuk sistem aerasi (hi-blow), serta kesiapan manajerial pengurus KDMP Pangkul dalam mengelola bantuan yang direncanakan.
Diharapkan, setelah seluruh proses pra-verifikasi administrasi dan teknis ini rampung, Desa Pangkul dapat segera merealisasikan pembangunan sentra budidaya ikan berbasis bioflok. Langkah ini diproyeksikan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat lokal secara mandiri, transparan, dan berkelanjutan menuju akhir tahun anggaran 2026.
Foto: Dokumentasi peninjauan titik koordinat lahan bersama tim verifikasi dan perwakilan pengurus KDMP Pangkul di Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih.
