Tak ada hasil yang ditemukan

    Transfer Ilmu di Larut Malam: Bimbingan Intensif Pemijahan Lele untuk Mahasiswa Magang

     

    Transfer Ilmu di Larut Malam: Bimbingan Intensif Pemijahan Lele untuk Mahasiswa Magang

    Bimbingan


    [Nama Lokasi/Balai] – Proses pemijahan ikan lele secara buatan (induced breeding) membutuhkan ketelitian tinggi, terutama pada tahap krusial: penyuntikan hormon pada induk lele. Untuk memastikan kompetensi para mahasiswa/siswa magang terjaga dengan baik, tim teknis mengadakan sesi bimbingan dan pengarahan intensif sebelum praktik lapangan dimulai.

    ​Suasana ruang pembekalan tetap hidup meski malam telah larut. Sesi ini menjadi jembatan penting agar para peserta magang memahami betul regulasi dosis, teknik penanganan ikan (handling), serta aspek keselamatan kerja.

    ​3 Poin Penting dalam Pembekalan Pemijahan Lele

    ​Dalam sesi diskusi dan pengarahan tersebut, beberapa materi esensial yang ditekankan kepada anak magang meliputi:

    • Akurasi Dosis Hormon: Menghitung dosis larutan hormon (seperti Ovaprim) yang disesuaikan dengan bobot tubuh induk lele jantan dan betina.
    • Teknik Penyuntikan (Intramuscular): Melatih kepekaan tangan saat menyuntikkan hormon ke dalam jaringan otot punggung ikan dengan kemiringan jarum sekitar 45 derajat agar tidak mengenai organ dalam atau tulang lele.
    • Manajemen Stres Induk: Memastikan induk lele ditangani dengan lembut dan cepat menggunakan kain basah agar ikan tidak stres sebelum dimasukkan ke bak pemijahan.

    ​Suasana Bimbingan: Santai Namun Tetap Fokus

    ​"Pemijahan lele sering kali menuntut aktivitas di malam hari menyesuaikan dengan siklus biologis ikan. Di sinilah mental dan kefokusan para peserta magang diuji."


    Kegiatan pembekalan dilakukan di ruang pertemuan teknis yang sederhana namun kondusif. Pembimbing teknis (baju putih, kanan depan) terlihat memberikan arahan mendalam mengenai SOP malam itu.

    ​Sementara itu, para peserta magang—termasuk mahasiswi yang mengenakan hijab dan pakaian kasual—menyimak dengan serius setiap instruksi yang diberikan. Di sudut lain, beberapa rekan teknisi tetap bersiap mengawasi jalannya persiapan alat dan bahan di area meja kerja. Pembagian fokus ini penting agar saat menuju kolam, setiap anak magang sudah tahu persis peran dan tanggung jawab masing-masing.

    ​Output Kegiatan

    ​Melalui bimbingan langsung yang terukur ini, diharapkan para peserta magang tidak hanya sekadar melihat, tetapi mampu:

    1. ​Melakukan penyuntikan secara mandiri dengan tingkat keberhasilan tinggi.
    2. ​Meminimalkan risiko mortalitas (kematian) pada induk lele unggul.
    3. ​Menguasai skill budidaya praktis yang siap diterapkan di industri perikanan sesungguhnya.

    ​Kegiatan malam itu diakhiri dengan penyiapan alat suntik (spuit) dan pengecekan akhir kondisi air kolam sebelum eksekusi penyuntikan dilakukan secara bersama-sama.

    Posting Komentar

    Lebih baru Lebih lama

    نموذج الاتصال